Pakar: Penggunaan Oktan 88 Sudah Tidak Memungkinkan

Kamis, 16 November 2017 | 12:34
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DISKUSI MUTU BBM: Ketua YLKI Tulus Abadi (kanan) dan Pakar Otomotif dan Mesin ITB Tri Yuswidjajanto (kiri) dalam diskusi oleh E2S di Jakarta, Kamis (16/11/2017). Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Pakar  otomotif dan bahan bakar dari Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto menyatakan, penggunaan bahan bakar beroktan 88 sebenarnya tidak dimungkinkan. Itu jika mengacu pada Permen LHK No 20/2017 tentang penetapan penggunaan BBM  type Euro 4 mulai tahun depan.

Sayangnya Menteri ESDM Ignatius Jonan justru memberi akses dan dukungan terhadap adanya SPBU swasta yang menjual BBM oktan rendah, RON 89. 
 
“Sesungguhnya penggunaan oktan 88 tidak sesuai dengan Euro 4,” kata Tri dalam diskusi Menjawab Tantangan Memproduksi BBM Ramah Lingkungan yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Kamis (16/11/2017).
 
Selain Tri, hadir juga sebagai narasumber pada diskusi Ketua Yayasan Lembaga Komsumen Indonesia (YLKI) Tulis Abadi. 
 
Menurut Tri, kebijakan pemerintah terkait baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor  mengharuskan industri otomotif nasional untuk terus berbenah.  Salah satunya dengan memproduksi kendaraan bermotor dengan mesin yang menghasilkan emisi yang makin rendah. 
 
Dikatakan, mesin kendaraan bermotor didesain menghasilkan emisi gas buang tertentu. Mesin memerlukan bahan bakar dengan spesifikasi tertentu untuk dapat menghasilkan emisi sesuai desainnya.

“Penggunaan bahan bakar yang tak sesuai dengan spesifikasi mesin menimbulkan gangguan terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang meningkat,” urai Doktor dari Technische Universitat Clausthal Jerman ini. 

Di negara maju, lanjut dia, bahan bakar disesuaikan dengan spesifikasi mesin untuk pembakaran sempurna sehingga menghemar BBM, emisi rendah, polusi rendah, dan masyarakat  pun sehat.

“Teknologi mesin juga berkembang pesat sehingga emisi rendah karena ada catalytic converter dari electronic control unit,” ujarnya.

Di Indonesia rupanya tidak konsisten serta peraturan yang saling membunuh. Permen LHK meminta  penggunaan BBM type Euro 4, namun sayangnya Menteri ESDM Ignatius Jonan justru membiarkan SPBU swasta menjual oktan rendah, RON 89. (rir)

 

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%