Investor Jerman Tertarik Kembangkan Pembangkit Tenaga Listrik di Batam

Kamis, 10 Agustus 2017 | 20:43
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : batampos/jpg

INDOPOS.CO.ID - PT Mitech Arensis International yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik 1-10 MW menanamkan investasi di Batam sebesar 10 juta Dolar Amerika atau setara dengan Rp 130 miliar, Rabu (9/8).

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan Mitech merupakan perusahaan asal Jerman yang dimodali Puerto Rico dan Indonesia.

"Perkiraan nilai ekspor per tahunnya sekitar 20 juta Dolar Amerka atau mencapai Rp 200 miliar dan rencananya akan berlokasi di kawasan industri Taiwan, Kabil," jelasnya di Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam di Sumatera Convention Centre.

Dalam melaksanakan kegiatan usahanya nanti, Mitech harus mengikuti ketentuan antara lain UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, ketentuan tentang Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik dan perubahannya beserta peraturan pelaksanaannya.

Gusmardi mengatakan Mitech telah menggunakan jasa dari program Izin Investasi 3 Jam (i23J) sehingga memperoleh 8 produk perizinan yakni izin investasi, izin prinsip, Angka Pengenal Importir (API), NPWP, TDP, RPTKA, IMTA dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).

Sedangkan CEO Chief Executive Officer Mitech, Julien Uhlig mengatakan Mitech akan merekrut 100 orang tenaga kerja dari Indonesia.

"90 laki-laki dan 10 perempuan," imbuhnya.

Sedangkan kepemilikan saham dibagi rata antara dua negara. 51 persen dimiliki PT Mitech Daya Dana dari Indonesia dan 49 persen dimiliki Green Growth Corp pemodal dari Puerto Rico.

Mitech sangat tertarik melakukan investasi di Batam karena akan mudah melakukan kegiatan ekspor impor barang keluar negeri.

"Selain Batam, kami berencana mengembangkan usahanya di Bali. Kami merupakan perusahaan dari Jerman tapi modalnya gabungan dari Indonesia dan Puerto Rico. Kami berharap ke depan bisa terus berkembang di Indonesia," imbuhnya.

Direktur PT Mitech Arenis International, Wahyu Galih Saputra mengatakan perusahaanya tersebut bergerak dibidang pembangkit tenaga listrik 1-10 mw dengan membuat mesin untuk pembangkit listrik yang nanti bahan dasarnya dari sampah. Pangsa pasarnya sendiri nantinya tidak hanya di Indonesia tapi juga negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

"Nilai investasi untuk tahap awal memang hanya USD10 juta dengan dengan perkiraan ekspor mencapai USD20 juta pertahunnya. Namun kedepan tidak menutup kemungkinan akan bertambah, sebab sejauh ini Batam masih sangat kondusif bagi investasi. Terlebih lagi banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh BP Batam," terangnya.

Dengan pengurusan perizinan yang sudah selesai, dalam waktu dekat juga akan mulai beroperasi. Pasalnya saat ini juga sudah mendapatkan pesanan mesin untuk di kirim ke India dan Filipina.

Karena itu pihaknya akan segera melakukan penerimaan tenaga kerja lokal di Batam, dengan demikian diharapkan dapat mengurangi jumlah pencari kerja di Batam.

"Secepat mungkin kita akan segera beroperasi, tadi delapan perizinan kan sudah selesai jadi kita tingga jalan saja," katanya.

Terpisah, Kasubdit PTSP BP Batam, Adi Soegiharto menjelaskan PT Mitech Arenis International merupakan penanam modal asing (PMA) kesembilan yang memanfaatkan layanan I23J.

Menurut Adi juga akan ada PMA lagi yang akan masuk ke Batam diantaranya dari Cina bergerak di bidang manufaktur dengan nilai investasi sekitar Rp 50 miliar.

Kemudian satu lagi yang masih berencana investasi di Batam dengan perkiraan nilai investasi Rp200 miliar. Saat ini pihaknya masih terus meyakinkan para investor untuk masuk menanamkan modalnya di Batam.

"Beberapa masih on progres, untuk yang dari Cina itu besok (hari ini) rencananya akan mengurus perizinan dengan memanfatkan layanan I23J," jelasnya.(leo)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%