Antam Terus Cari Cadangan Emas Baru

Kamis, 15 Juni 2017 | 15:33
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KINERJA BAIK: Dirut PT Antam Arie Prabowo Ariotedjo (kedua dari kiri) bersama jajaran direksi lainnya saat memaparkan kinerja perusahaan dalam acara buka puasa bersama dengan E2S di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

INDOPOS.CO.ID  – PT Aneka Tambang (Antam)  terus mencari sumber cadangan emas baru seiring makin menipisnya cadangan di Tambang Pongkor, Bogor, dan Tambang Cibaliung di Banten. Selain mencari lokasi baru, Antam juga siap mengakuisisi tambang emas.

Demikian dikemukakan Direktur Utama 
Antam Arie Prabowo Ariotedjo pada buka puasa bersama dengan editor bisnis, energi, dan tambang yang tergabung dalam Editor Energy Society (E2S) di Kranstkring Peleis Jakarta Pusat, Rabu (14/6/2017).

Turut mendampingi Dirut di antaranya Direktur Keuangan      Dimas Wikan Pramudhito, Direktur Pemasaran     Tatang Hendra ST MSi, Direktur Pengembangan  Sutrisno S Tetetdagat, Direktur Operasi Hari Widjajanto, dan VP Corporate Secretary PT Antam Aprilandi Hidayat Setia. 

Arie mengatakan,  ada beberapa lokasi yang sedang dijajaki, yakni di salah satu lokasi dekat dengan tambang PT Freeport Indonesia dan IUP eksplorasi yang dimiliki Antam di Oxibil, Papua.

“Namun untuk lokasi yang satu itu tantangan terbesarnya dari sisi keamanan. Lokasinya dekat perbatasan dengan Papua New Gini,” ujar Arie. 

Lokasi lainnya, tambah Arie,  ada di Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk ini, Antam  sudah bertemu dengan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi karena kewenangan perizinan sudah menjadi kewenangan gubernur. 
 
Antam juga bekerja sama dengan Newcrest Mining, perusahaan tambang asal Australia untuk melakukan kegiatan eksplorasi pada beberapa daerah di Indonesia. 

"Newcrest Mining akan mendukung dengan pendanaan sementara Antam lewat anak usaha Geomin akan menyediakan geologi handal dalam melakukan kegiatan eksplorasi," katanya.

Menurutnya, Newcrest menyediakan dana dan Antam menyediakan tenaga. Jika ditemukan cadangan dan kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi dan eksploitasi, maka dana yang dikeluarkan akan dihitung sebagai pinjaman. 

"Kalau tidak ditemukan cadangan maka dianggap hilang,” ungkap Arie.

Dari sisi kinerja perusahaan, Antam menorehkan peningkatan laba bersih pada kuartal pertama 2017 senilai Rp 6,64 miliar atau naik 25 persen dibandingkan laba bersih di kuartal pertama tahun lalu.

Dari sisi penjualan, Antam mencatat nilai penjualan sebesar Rp 1,65 triliun dengan komoditas emas menjadi kontributor terbesar, yakni 70 persen dari total penjualan atau senilai Rp 1,16 triliun. 

Komiditas feronikel  memberi kontribusi terbesar kedua dari total pendapatan unaudited perusahaan. Yakni menyumbang Rp 365 miliar atau 22 persen dari total penjualan bersih pada periode pertama 2017.

Untuk ekspor, Antam telah memulai penjualan bijih nikel kadar rendah ke luar negeri seiring didapatkannya rekomendasi ekspor bijih mineral dari Kementerian ESDM RI. 

Sebagai langkah awal, Antam telah mengekspor 165.000 wet metric ton (wmt) bijih nikel ke Tiongkok dan tengah mempersiapkan jadwal shipping selanjutnya.

"Antam telah mendapatkan izin ekspor sebesar 2.7 juta wmt bijih nikel dan 850.000 wmt bijih bauksit," kata Arie. (rir)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%