Sampai April, Pertamina EP Cetak Laba Bersih USD 192 Juta

Sabtu, 03 Juni 2017 | 18:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BUKUKAN LABA: Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manap (kedua dari kiri) bersama direksi lainnya di acara buka puasa bersama E2S di Jakarta, Jumat malam (2/6/2017).

INDOPOS.CO.ID  – Anak perusahaan PT Pertamina di sektor hulu migas, PT Pertamina EP,  membukukan laba bersih sebesar USD 192 juta atau setara Rp 2,59 triliun (kurs Rp 13.500). Laba itu diperoleh sampai  akhir April 2017. Angka itu sektiar 32 persen  dari target laba bersih sepanjang 2017 yang  sebesar USD 596 juta.  

 
Sedangkan pendapatan perusahaan hingga April tercatat USD 802 juta atau 32 persen  dari target tahun ini sebesar USD 2,814 miliar.
 
“Kalau produksi tidak naik, kita harus makin giat efisiensi agar profit tetap bagus,” ujar Nanang Abdul Manaf, Direktur Utama Pertamina EP saat acara buka puasa direksi dan manajemen Pertamina EP dengan Editor Energy and Mining Society (E2S) di Jakarta, Jumat (2/6) malam.
 
Menurut Nanang, efisiensi dilakukan terus. Biaya-biaya yang tidak langsung berhubungan dengan produksi dievaluasi. Tidak hanya itu, dari sisi operasional efisiensi dilakukan, salah satunya dengan melakukan renegosiasi kontrak dengan perusahaan jasa migas. 
 
“Kami lakukan renegosiasi, biar sama-sama bangkit dari kondisi saat ini. Kegiatan itu kedepan akan terus dilakukan, biar profit terjaga karena produksi belum tercapai,” katanya. 
 
Di antara sembilan anak usaha sektor hulu, Pertamina EP memberi kontribusi terbesar kepada induk usaha. Sepanjang 2016 misalnya, perusahaan mencatatkan laba bersih USD  597,70 juta dengan pendapatan  usaha USD  2,49 miliar dan total aset USD 7,302 miliar. 
 
Raihan kinerja finansial perusahaan jauh lebih tinggi dibandingkan anak usaha hulu Pertamina lainnya, seperti PT Pertamina EP Cepu yang mencatatkan laba bersih USD 222,68 juta atau pun PT Pertamina Hulu Energi yang membukukan laba bersih USD 188,8 juta sepanjang 2016 dan PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi  yang memperoleh laba bersih USD 192,50 juta.  
 
Hingga 29 Mei 2017, produksi minyak Pertamina EP mencapai 85 ribu barel per hari atau sekitar 94 persen  dan gas 969 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 93 persen  dari target sebesar 1.041 MMSCFD. Realisasi tersebut hampir mencapai target yang sudah dicanangkan, namun hasil beberapa pemboran di akhir 2016 belum menunjukkan hasil seperti proyeksi di awal. 
 
"Kami masih mempunyai banyak potensi lain untuk dikembangkan dalam rangka mencapai target produksi nasional,” katanya.
 
Menurut Nanang, secara garis besar seluruh lapangan fluktuatif dengan kecenderungan stabil pada kisaran angka target produksi, saat ini yang sudah mencapai target adalah dari Pertamina EP Asset 4.
 
Untuk mencapai target produksi dan lifting sesuai dengan RKAP adalah dengan percepatan dan penambahan RK baik bor, workover maupun well intervention, serta peningkatan kualitas kandidat sumur maupun proses pelaksanaan pekerjaannya, kemudian melakukan percepatan proses PSE dan penyusunan POD sumur eksplorasi.
 
Hingga akhir Mei 2017 terdapat enam proyek pengembangan di wilayah kerja Pertamina EP antara lain Paku Gajah Development Project di Sumsel, Pondok Makmur Development Project di Bekasi, Matindok Gas Development Project di Sulawesi Tengah, Cikarang Tegal Pacing di Jawa Barat, Jawa Gas Development Project di Cepu, dan Jirak Phase-1 Development Project di Sumsel. 
 
Nanang mengatakan seluruh proyek Pertamina masih on going dan sudah ada yang commisioning seperti di Matindok ditargetkan akhir Juni 2017 sudah full production dengan plan kapasitas 50 MMSCFD.
 
“Matindok sudah commisioning, bahkan pernah kami lakukan penjualan. Tapi karena ada yang belum sinkron, kami adakan perbaikan. Harapannya, pada 4 Juni kami mulai lagi 65 MMSCFD gross, nett-nya 55 MMSCFD,” katanya. 
 
Direktur Keuangan Pertamina EP  Narendra Widjajanto menambahkan,  Anggaran Biaya Investasi (ABI) perusahaan mengacu pada Rencana Kerja Anggaran Peursahaan (RKAP) 2017, per April 2017 sebesar USD 114,28 juta atau 15 persen  dari target USD 778 juta.
 
“Sebagian besar dihabiskan untuk pemboran migas serta workover dan sisanya untuk maintenance fasilitas produksi perusahaan,” kata dia.
 
Menurut Nanang, upaya perusahaan agar mencapai target adalah dengan percepatan dan penambahan RK dalam rangka "Journey to 100.000 BOPD", peningkatan aktifitas eksplorasi untuk pencapaian target penemuan sumber daya (2C), optimalisasi dan efisiensi ABI untuk mendukung penambahan RK pemboran dan Surface Facility Operational Excellence, penambahan kontrak rig, dan penyiapan lokasi pemboran.  
 
Pencapaian sampai Mei 2017 sebanyak 516 km seeismik 2D berhasil dilaksanakan dari Rencana Kerja sebanyak 883 (pencapaian 58%), sedangkan untuk seeismik 3D sebanyak 171 km2 dari target 821 (pencapaian 21 persen), untuk sumur bor sampai Mei 2017 sebanyak 4 sumur dari Rencana Kerja 12 sumur (33 persen), sedangkan temuan cadangan (Recoverable Resource -2C) sebanyak 14 gas serta 2 oil and gas. Paling banyak berada di asset 3 yaitu sebanyak 3 sumur (WGT-1, PIN-1, dan HGD-1).
 
Terkait kegiatan inovasi teknologi, kegiatan eksplorasi dan produksi migas oleh Pertamina EP hingga akhir Mei 2017, dari sisi peralatan sudah diterapkan di beberapa lokasi seperti PIN, HGD, dan WGT dengan menggunakan casing antara berupa liner 16 inchi untuk menghindari lubang kecil pada section produksi dan BOP 20" x 3000 psi untuk menanggulangi drilling hazard pressure tinggi pada kedalaman dangkal (<400 meter). (jpg)
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%