Dewan Dukung Geothermal

Senin, 06 Maret 2017 | 21:31
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto

INDOPOS.CO.ID - Kalangan parlemen mendukung sepenuhnya pengembangan geothermal atau panas bumi di Indonesia. Panas bumi tidak hanya berperan penting pada pencapaian Nawacita yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo, namun sekaligus mendukung komitmen Presiden pada COP 21 di Prancis tentang Climate Change beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dalam kunjungan kerja di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang yang bertepatan dengan pengoperasian PLTP berskala kecil 3MW Kamojang.

”Saya sudah sampaikan kepada presiden, bahwa proyek 35 ribu MW seperti dalam Nawacita itu impossible apabila tidak menggunakan panas bumi. Jika kita menggunakan energi fosil, mungkin akan habis 50 tahun. Untuk itu, mengapa kita tidak memanfaatkan energi panas bumi,” tandasnya.

Menurut Agus, tak ada alasan untuk menunda pengembangan geothermal. Sebab, anggaran untuk panas bumi sendiri sebenarnya sudah ada, tak lama setelah Presiden Jokowi menandatangani COP 21. ”Bahkan kemarin, saya sampaikan kepada Kementerian ESDM, bahwa anggaran dari Bank Dunia ada. Jadi, duitnya sudah ada,” ujarnya.

Salah satu wujud pengembangan panas bumi, lanjut Agus, adalah melalui berbagai kajian dan riset. Ini termasuk di antaranya kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) dan PGE melalui PLTP 3MW tersebut. ”Kita memang harus membuat komitmen untuk keberpihakan kepada panas bumi. Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan komersial dan ekonomi. Di situlah juga peran pengkajian-pengkajian” kata Agus.

PLTP 3MW di Kamojang itu sendiri diharapkan menjadi pilot plant untuk pengembangan panas bumi di tanah air. PLTP ini memiliki peran strategis, karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, mencapai 70 persen.

Menristek dan Dikti Muhammad Nasir juga menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, kerja sama melalui PLTP 3MW merupakan kolaborasi antara perekayasa dengan industri untuk pemenuhan energi dalam negeri. Untuk itulah, Nasir berharap agar kerja sama  dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan di seluruh daerah yang mempunyai potensi panas bumi tinggi.

Sementara Direktur Operasi PGE Ali Mundakir mengatakan, PLTP 3 MW ini bisa menjadi sejarah perkembangan panas bumi di Indonesia.  Ini termasuk di antaranya Sumatera, Sulawesi, dan Indonesia bagian timur. ”Mudah-mudahan riset yang dilakukan BPPT di Kamojang akan kembali membuat sejarah baru, pengembangan geothermal dengan small scale mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa dikembangkan di seluruh Indonesia.

”Dengan demikian, potensi geothermal yang kita dengung-dengungkan sebagai yang terbesar di dunia bisa kita optimasikan untuk menerangi Nusantara, sebagaimana Nawacita yang dicita-citakan Presiden Jokowi,” kata Ali. (smn/jpnn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%