Mendagri Minta Fatwa Ketua MA Tentang Status Ahok

Undang-undang tentang pemerintah daerah masih multi tafsir

Selasa, 14 Februari 2017 | 16:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Mendagri, Tjahjo Kumolo (Foto: JPNN)

INDOPOS.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sudah menyampaikan permintaan Fatwa terkait status terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Selasa (14/2).

Politisi PDIP itu belum memberhentikan Ahok sebagai Gubernur lantaran masih ragu karena pasal Undang -undang Pemerintah Daerah sejauh ini masih multi-tafsir.

Pemerintah bisa memberhentikan mantan Bupati Belitung Timur dengan Undang-undang 23/2014 jo UU 9/2015 Pasal 83 Ayat 1 tentang Pemerintah Daerah.

Undang-undang itu berisi pasal, pemerintah dapat memberhentikan Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindakan pidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara. 

Sejumlah pengamat, termasuk politisi Senayan berpandangan, Mendagri langsung memberhentikan Ahok tanpa menunggu putusan pengadilan dengan kekuatan hukum tetap.

"Intinya kami minta, mohon akan Fatwa MA terkait apakah kebijakan yang saya ambil,” kata politisi senior ini. 

“Kemudian muncul berbagai pendapat  berbeda maupun sama, saya menghargai itu semua. Maka kami mengajukan fatwa ke MA. Itu saja," kata Tjahjo di kompleks Istana Negara, Selasa.

Polemik soal status Ahok terjadi karena mendagri masih ragu memberhentikan Ahok. Salah satu alasan, masih menunggu tuntuan hukuman dari jaksa terhadap terdakwa dugaan penistaan agama itu. 

Dia ingin memastikan putusan jaksa, menuntut Ahok menggunakan pasal dengan ancaman hukuman 5 tahun atau 4 tahun.

Sedangkan sejumlah pakar hingga politisi di Senayan menilai, mendagri seharusnya langsung mengusulkan pemberhentian sementara Ahok kepada presiden, begitu dia berstatus terdakwa. Sebab, salah satu pasal untuk Ahok,  memiliki ancaman pidana 5 tahun penjara.(fat/jpnn)

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%