Presiden Bahas Ahok dengan Ketum Muhammadiyah

Selain diskusi, PP Muhammadiyah mengundang Jokowi ke Maluku.

Senin, 13 Februari 2017 | 20:52
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Haedar Nashir (Foto: Istimewa)

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (13/2). 

Tujuan Haedar menemui Jokowi adalah untuk mengundang kepala negara itu ke Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku pada akhir bulan nanti.

Selain mengundang Jokowi, Haedar membahas perkara Basuki T. Purnama alias Ahok. Gubernur DKI Jakarta petahana ini menyandang status terdakwa. Mantan Wali Kota Solo ini bicara terbuka soal mantan Bupati Belitung Timur ini.

Haedar menuturkan, saat ini memang ada beragam tafsir soal masa depan Ahok di kursi Gubernur DKI menyusul status terdakwa penistaan agama. 

Jokowi menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta fatwa ke Mahkamah Agung (MA) soal tafsir dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah (Pemda) tentang Kepala Daerah yang tersangkut kasus hukum. 

“Banyak tafsir. Presiden sendiri betul-betul memahami, menyadari banyak tafsir itu. Bahkan Presiden meminta Mendagri meminta pandangan resmi dari MA," ujar Haedar setelah bertemu Presiden Jokowi.

Haedar berpandangan, bila MA sudah mengeluarkan Fatwa— maka harus terlaksana. Dia menyebut langkah pemerintah meminta Fatwa MA cukup elegan untuk menyikapi berbagai tafsir soal status terdakwa Ahok.

"Jadi di tengah banyak tafsir tentang aktif nonaktif ini, maka jalan terbaik adalah meminta Fatwa MA. Fatwa MA, bukan Fatwa MUI ya Pak Yunahar," ujar Haedar kepada pengurus PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas yang mendampinginya. 

Lantas, bagaimana sikap Muhammadiyah soal Ahok? Haedar meminta semua pihak tunduk pada hukum. "Kalau memang prinsip hukum dan dasar UU nonaktif, harus non aktif. Saya yakin, semua memegang prinsip ini. Indonesia negara hukum, pakai prinsip itu,” dia menegaskan.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%